Penerimaan CPNS 2006 Didominasi Guru
18/09/2006 01:12 WITA | Tribun
dari tahun ke tahun selalu terbentur oleh kuota dari pemerintah pusat. Penerimaan CPNS sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mengajukan formasi untuk sekitar 700 orang. Namun pemerintah pusat hanya menyetujui untuk 499 orang.
“Ini sulitnya. Secara keseluruhan kita masih membutuhkan sekitar 700 pegawai. Apalagi setelah kita melakukan penataan organisasi kelurahan. Tetapi pemerintah pusat selalu punya rasionalisasi sendiri sehingga kita hanya diberi 499,” kata Sittiara.
Dari kuota 499 itu, 70 persen atau sekitar 300 orang diisi oleh tenaga honorer. Sedangkan untuk pelamar umum praktis hanya tersedia sekitar 150-an orang.
Sittiara memperkirakan, kuota tahun ini tidak akan berubah drastis. Sebagian besar tenaga guru dan kesehatan yang akan diterima lebih banyak dari tenaga honorer.
Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2006 rencananya akan dibuka pada Oktober mendatang. Meski belum mengajukan formasi, Pemerintah Kota Makassar berancang-ancang menerima lebih banyak CPNS untuk tenaga pengajar atau guru.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar, Sittiara. “Kita akan segera mengusulkan formasi ke pemerintah pusat. Kemungkinan guru akan lebih banyak,” ujar Sittiara di Makassar, Minggu (17/8).
Menurut Sittiara, formasi yang diusulkan disusun berdasarkan skala kebutuhan. Saat ini, Kota Makassar kekurangan guru sekitar 5.000 orang. Dari sekian banyak dibutuhkan akan guru, sekolah dasar (SD) paling membutuhkan. Kira-kira tiga per empat dari seluruh kebutuhan.
Sittiara juga menjalaskan, tempat kedua yang akan mendominasi penerimaan CPNS nantinya adalah tenaga medis. Sebanyak 14 puskesmas di Makassar saat ini juga sangat membutuhkan tenaga medis. Apalagi terkait peningkatan status Rumah Sakit Daya menjadi golongan C.
Terbentur Kuota
Namun demikian, penerimaan CPNS dari tahun ke tahun selalu terbentur oleh kuota dari pemerintah pusat. Penerimaan CPNS sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mengajukan formasi untuk sekitar 700 orang. Namun pemerintah pusat hanya menyetujui untuk 499 orang.
“Ini sulitnya. Secara keseluruhan kita masih membutuhkan sekitar 700 pegawai. Apalagi setelah kita melakukan penataan organisasi kelurahan. Tetapi pemerintah pusat selalu punya rasionalisasi sendiri sehingga kita hanya diberi 499,” kata Sittiara.
Dari kuota 499 itu, 70 persen atau sekitar 300 orang diisi oleh tenaga honorer. Sedangkan untuk pelamar umum praktis hanya tersedia sekitar 150-an orang.
Sittiara memperkirakan, kuota tahun ini tidak akan berubah drastis. Sebagian besar tenaga guru dan kesehatan yang akan diterima lebih banyak dari tenaga honorer.
Dapatkan info lowongan kerja karir terbaru via email, klik di sini untuk bergabung!

