Sejumlah guru honor yang bertugas di Sumbawa terkecoh dengan beredarnya pengumuman penerimaan CPNS fiktif. Dalam pengumuman itu disebutkan pemkab akan menerima sejumlah guru dan tenaga untuk karyawan di sejumlah dinas dan badan. Keterangan yang berhasil dihimpun Suara NTB Senin (10/10) kemarin, pengumuman penerimaan CPNS banyak beredar di kalangan guru SD, SMP dan SMA sejak dua minggu lalu. Pengumuman itu membuat para guru tertarik ikut mengikuti tes di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbawa. Pengumuman penerimaan CPNS itu banyak beredar di Lape, Maronge, Plampang, Labangkan dan Kecamatan Empang. Yang membuat terkecoh para guru honor dan calon pelamar, pengumuman penerimaan CPNS ditandatangani oleh Asisten III Setda Sumbawa, Drh. H. Zaidun Abdullah. Atas dasar itu, banyak guru yang mendatangi BKD Sumbawa untuk mendaftar. Tapi, yang mereka peroleh hanya kekecewaan, karena pengumuman yang beredar itu ternyata fiktif. Bahkan, Zaidun yang dihubungi membantah menandatangani pengumuman penerimaan CPNS, seperti yang beredar di banyak tempat. ''Sama sekali saya tidak pernah tandatangani pengumunan penerimaan CPNS. Saya tidak tahu siapa yang membuat pengumuman fiktif itu,'' tandas Zaidun. Sejumlah pelamar yang mendatangi BKD nampak merasa kecewa setelah melihat pengumuman yang ditempelkan di kantor tersebut. Isi pengumuman itu menyebutkan saat ini belum ada penerimaan CPNS. Dengan pengumuman ini berarti pengumuman penerimaan CPNS yang beredar di sejumlah sekolah sama sekali tidak benar. Kuat dugaan hal ini sengaja direkayasa oleh oknum tertentu dengan tujuan tertentu. Kepala BKD Sumbawa, Chaeruddin Yusuf, S.Sos. sangat menyayangkan beredarnya pengumuman fiktif itu, apalagi sampai memalsukan tanda tangan pejabat. Untuk sementara ini, jelasnya, Pemkab Sumbawa belum pernah mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS, sebab petunjuk teknis dari pemerintah pusat belum ada. ''Sehubungan dengan itu kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan percaya dengan pengumuman fiktif yang menyesatkan itu. Sebaiknya langsung mengkonfirmasikan ke pemkab melalui BKD Sumbawa,'' pesan Chaeruddin. (051)