CPNS DITUNTUT PENUHI EMPAT KOMPETENSI PEGAWAI Sumenep-Kominfo News Room : Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebelum menjadi pegawai negeri sipil mutlak untuk memahami dan bisa memenuhi kompetensi pegawai. Ada empat kompetensi pegawai yang dimaksud, antara lain, kompetensi dasar, kompetensi manajerial, kompetensi teknis dan kompetensi emosional. Hal itu dikatakan Widyaiswara Utama Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemprop Jawa Timur, Abdul Hamid Mawardi, SH, M.Si saat membuka Diklat Prajabatan Gol II Angkatan 49 tahun 2006 Pemprop Jatim di Graha Wiyata Praja Badiklat Malang, Senin kemarin (18/12). Dikatakannya, sebagai calon aparatur yang berkualitas dan siap untuk menjadi pemimpin yang mumpuni, aparatur harus benar-benar dapat menguasai dan memahami empat komptensi itu, yakni CPNS harus menguasai kompetensi dasar artinya, sebelum menjadi pegawai negeri penuh, wajib hukumnya untuk mengikuti diklat prajabatan selama dua minggu di Bandiklat Prop Jatim. Kompentensi manajerial, juga sangat penting untuk dikuasai CPNS. Maksudnya sebagai calon pemimpin harus cerdas dalam mengatur jadwal pekerjaannya dan mempunyai inovasi untuk masa mendatang. Selain itu, kompetensi teknis bagi CPNS juga penting untuk dipahami. CPNS harus dapat menguasai bidang yang ditekuni. “Misalnya, sebagai seorang dokter harus kompeten dalam kedokterannya. Jangan sampai sebagai dokter dalam kinerja tidak dapat mengusai keilmuannya, sehingga nantinya masyarakat banyak yang protes karena kinerja kurang baik,” ujarnya. Tidak kalah pentingnya CPNS juga harus memahami kompetensi emosional. Artinya, setiap perilaku aparatur pemerintah benar-benar harus terjaga dari sikap atau tindakan yang kurang bagus dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kedisiplinan dan moral yang baik adalah kunci utama yang harus dipahami secara benar oleh aparatur pemerintah. Kepada peserta diklat Hamid mengharapkan, selama mengikuti diklat ini, para CPNS jangan mempunyai pemikiran kalau Diklat hanya untuk memenuhi syarat dari CPNS menjadi PNS penuh saja. “Pemikiran itu salah. Sebaiknya pikiran-pikiran semacam itu harus dibuang jauh. Perlu diingat, anda masuk kampus Bandiklat Malang ini untuk diberi berbagai keilmuan, termasuk kedisiplinan serta moral untuk membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional sebagai PNS,” ungkapnya. CPNS yang direkrut untuk menjadi pegawai negeri sipil yang baru mempunyai track rekord yang baik, bila dibandingkan dengan penyaringan pegawai pada tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, kami meminta agar peserta bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa CPNS adalah benar-benar kader bangsa yang terbaik dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap citra pemerintah. Ia menambahkan, tantangan CPNS saat ini, adalah memperbaiki citra pemerintah dalam hal pelayanan publiknya. Meskipun pelayanan publik saat ini lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya, tapi hasil itu dirasakan belum maksimal. Peserta Diklat prajabatan golongan II, diikuti sebanyak 250 peserta yang berasal dari Dinas/Badan/Lembaga di lingkungan Pemprop Jatim, dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur. ( JNR, Esha )