Transportasi Dephub Prioritaskan Proyek Kereta Api Jakarta, Kompas - Departemen Perhubungan akan memprioritaskan pelaksanaan beberapa proyek kereta api pada tahun 2007 dengan alokasi dana sebesar Rp 2,67 triliun. Proyek yang menjadi prioritas perkeretaapian di antaranya lanjutan pembangunan jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta, Cikampek-Cirebon, dan Cirebon-Kroya. Selain itu proyek pembangunan jalur dwiganda Manggarai-Cikarang, akses KA ke Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, serta Bandara Soekarno-Hatta. Pembangunan jalur ganda Cirebon-Kroya sepanjang 158 kilometer dengan 22 stasiun menghabiskan total investasi sekitar 220 juta dollar AS. "Untuk proyek itu, Indonesia mendapat pinjaman lunak dari Pemerintah Cina melalui China Exim Bank dengan bunga tiga persen per tahun dan jangka waktu pengembalian 15 tahun," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, di Jakarta kemarin. Menurut Hatta, Detail engineering design dan dokumen tender untuk proyek itu sudah selesai dibuat. Sementara tender yang diikuti oleh empat kontraktor China akan digelar Juli 2006. Hatta mengatakan, proyek pembangunan jalur ganda ruas Cirebon-Kroya sudah memasuki masa konstruksi paling lambat akhir tahun 2006. Untuk APBN 2007, Departemen Perhubungan (Dephub) mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 16,28 triliun. Alokasi terbesar ditujukan untuk perkeretaapian yakni senilai Rp 2,67 triliun. Sementara untuk perhubungan laut, alokasi anggaran diusulkan sebesar Rp 2,59 triliun. Hatta mengatakan, yang termasuk ke dalam proyek prioritas perhubungan laut adalah pelayanan pelayaran perintis di 29 provinsi, lanjutan pembangunan Pelabuhan Dumai dan Tanjung Priok, pengerukan sejumlah alur pelayaran, serta lanjutan pembangunan prasarana pelabuhan perintis. “Plafon kredit dari Departemen Keuangan dan Bappenas, Dephub mendapatkan alokasi anggaran Rp 9,03 triliun. Jumlah itu jauh dari kebutuhan sebesar Rp 16,28 triliun," ungkap Hatta. Sementara itu, Dephub telah mengajukan usulan anggaran pendapatan dan belamja negara perubahan (APBN-P) 2006 sebesar Rp 959,736 miliar. Angka Rp 959,736 miliar terdiri atas Rp 696,373 miliar rupiah murni, dan Rp 263,363 merupakan penarikan pinjaman luar negeri. “Kegiatan yang menjadi prioritas antara lain rehabilitasi prasarana perkeretaapian dan bandara yang rusak akibat gempa Yogyakarta dan Jateng, pengerukan alur Sungai Barito yang mengalami pendangkalan serius," jelas Hatta. APBN-P juga akan dialokasikan untuk pembangunan prasarana transportasi di wilayah terpencil dan daerah perbatasan, serta memenuhi kekurangan dana pendamping dari rencana penarikan pinjaman luar negeri. Hingga 31 Mei 2006 penyerapan keuangan Dephub mencapai 13,9 persen dan penyerapan fisik 17,54 persen.(OTW) www.kompas.com