Daerah Jawa Tengah & DIY Sukawi Akui Kritik Dephub Minggu, 05/08/2007 SEMARANG (SINDO) – Sejumlah ramburambu dan sarana lalu lintas (lalin) di Kota Semarang dinilai banyak kekurangan.Penilaian itu mengacu pantauan lembaga Wahana Tata Nugraha (WTN) Departemen Perhubungan. Meskipun secara umum kondisi rambu-rambu lalu lintas sudah cukup baik,namun beberapa diantaranya masih butuh pembenahan. Seperti halnya keberadaan 50% halte kondisinya rusak, trotoar jalan yang tinggi, dan jembatan penyeberangan orang (JPO) masih perlu pembenahan. Penilaian tersebut merupakan hasil pantuan lapangan tim penilai ketertiban lalu lintas Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Departemen Perhubungan pusat. Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip mengatakan, sejauh ini sarana lalu lintas di Semarang memang cukup baik meski masih butuh pembenahan di sanasini. Dalam WTN, Kota Semarang terpilih mewakili Jawa Tengah bersaing dengan kota-kota besar lainnya se-Indonesia. ”Ini penghargaan tertib lalu lintas untuk kota-kota besar, Semarang sudah baik tapi, masih perlu dibenahi sedikit, markamarka jalan perlu diperjelas,” kata Sukawi Sutarip,kemarin. Dia menyebutkan, untuk memperbaiki rambu-rambu lalu lintas, Dinas Pekerjaan Umum diminta untuk membuat marka khusus untuk jalur roda dua untuk sepeda motor. Untuk membedakan dengan jalur kendaraan roda empat, jalur sepeda motor perlu diberi warna yang jelas. Kondisi trotoar yang masih naik turun, harus dibuat landai supaya nyaman bagi pejalan kaki. Sedangkan untuk kondisi halte yang masih banyak yang rusak, untuk perawatannya, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Semarang diharapkan bisa menggandeng pihak ketiga. Sehingga untuk pemeliharaan halte tidak mengeluarkan dana APBD. Dengan partisipasi pihak ketiga, halte bisa dibuat nyaman dan bersih. Di luar dari penilaian tim WTN, untuk jalur lalu lintas menuju bandara Achmad Yani, Sukawi menginstruksikan ramburambu di Jalan Pamularsih dipertegas. Petunjuk-petunjuk dan marka jalan dilengkapi. ”Jalan Pamularsih akses menuju bandara, jadi tanda-tanda lalu lintasnya harus diperbanyak dan diperjelas, ini mewakili lalu lintas kota Semarang,”ujarnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Andi Agus Wandono mengatakan, sebelum penilaian WTN, marka-marka jalan sudah diperbaiki. Diantaranya dengan melakukan pengecatan marka jalan, imbauan penggunaan JPO bagi pejalan kaki, pengecatan zebra cross, serta penambahan rambu lalu lintas seperti tanda larangan parkir dan lainnya. (susilo himawan)